Galeri

Minggu, 03 Januari 2016

Makalah Teori Psikologi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

Psikologi kepribadian adalah salah satu ilmu dibidang psikologi yang mempelajari  perilaku manusia dalam bentuk karakteristik personal individu yang terintegrasi baik berupa pola pikiran, emosi, perilaku yang bersifat berbeda antara satu ind`ividu dengan individu lain serta mempengaruhi interaksi individu dengan lingkungannya.
Dalam psikologi kepribadian terdapat teori-teori kepribadian untuk
memahami tingkah laku manusia dan akan dibahas dalam makalah ini.
1.2  Rumusan Masalah
1.     Apa pengertian psikologi kepribadian ?
2.     Apa saja teori-teori dalam psikologi kepribadian ?
3.     Bagaimana cara mengatasi inferioritas menjadi superioritas ?

1.3  Tujuan
1.  Untuk mengetahui pengertian psikologi kepribadian
2.  Untuk mengetahui teori-teori yang ada dalam psikologi kepribadian
3.  Untuk mengetahui cara-cara untuk mengatasi inferioritas menjadi superioritas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Psikologi Kepribadian
          Kata personality dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani kuno prosopon atau persona, yang artinya topeng yang biasa digunakan dalam teater yang bertingkah laku sesuai dengan ekspresi topeng yang dipakainya mewakili cirri kepribadian tertentu. Jadi konsep awal personality pada masyarakat awam adalah tingkaah laku yang ditampakkan ke lingkungan sosial mengenai diri yang diinginkan agar dapat ditangkap oleh lingkungan sosial.
          Psikologi kepribadian menurut Koswara adalah salah satu bidang psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia secara total dan menyeluruh, dalam bentuk karakteristik personal individu yang terintegrasi baik berupa pola pikiran, emosi, prilaku yang bersifat berbeda antara individu satu dengan individu yang lain serta mempengaruhi interaksi individu dengan lingkungannya.
2.2 Beberapa Teori dalam Psikologi Kepribadian
1.     Psikoanalisis Klasik
a.     Struktur Kepribadian
          Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (Conscious) adalah hal yang disadari pada saat tertentu, pengindraan langsung, ingatan, persepsi, pemikiran, fantasy, perasaan yang dimiliki. Yang ke dua adalah pra sadar (preconscious) adalah kenangan yang sudah tersedia (available memory) , yaitu segala sesuatu yang dengan mudah dapat dipanggil ke alam sadar. Yang ke tiga adalah alam bawah sadar (Unconscious mind) yaitu bagian yang mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa kealam bawah sadar, seperti nafsu dan insting kita juga segala sesuatu yang kita sulit untuk menjangkaunya, seperti kenangan atau emosi-emosi yang terkait dengan trauma.
          Id adalah kepribadian yang dibawa sejak lahir. Id berisi semua aspek biologis yang diturunkan  seperti insting, impuls, dan drive. Id beroprasi berdasarkan prinsip kenikmatan atau kepuasan dan menghindari rasa sakit. Id mampu membayangkan sesuatu tapi tidak mapu membedakan sesuatu yang hanya hayalan dengan sesuatu yang benar-benar kenyataan dan benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah . jadi harus dikembangkan jalan untuk memperoleh khayalan itu secara nyata. Yang memberikan kepuasan tanpa menimbulkan ketegangan baru khususnya masalah moral. Alasan ini memebuat Id memunculkan ego.
          Ego adalah eksekutif (pelaksana) dari kepribadian. Tugas Ego adalah memilih stimulasi Mana yang akan d rspon atau insting mana yang  akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Dengan kata lain ego sebagai eksekutif kepribadian berusaha memenuhi kebutuhan Id sekaligus memenuhi kebutuhan moral dan kebutuhan perkembangan menuju kesempernaan dari superego.
          The Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian. Superego berkembang dari ego, ada 3 fungsi dari superego yaitu:
1)    Mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistic dengan tujuan-tujuan moralistic.
2)    Memerintah impuls Id, terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat.
3)    Mengejar kesempurnaan
b.    Perkembangan Kepribadian
Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi tiga tahapan yaitu:
1)    Tahap Infantile (0-5 tahun)
2)    Tahap Laten (5-12 tahun )
3)    Tahap Genital (>12 tahun )

2.     Psikologi Individual (ALFRED ADLER 1870-1937)
a.     Struktur Kepribadian
Dalam hal ini Adler meyakini bahwa individu memulai hidup dengan kelemahan fisik yang mengaktifkan perasaan interior, perasaan yang menggerakan seseorang untuk bergerak atau berjuang menjadi superioritas atau menjadi sukses.
b.    Pokok-pokok teori Adler
1)    Individualitas Sebagai Pokok Persoalan
Menurut Adler setiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif, sifat-sifat, serta nilai-nilai yang khas, dan setiap tindakan yang dilakukan seseorang membawa corak yang khas dari kehidupanya sehari-hari yang bersifat individual.
2)    Pandangan Teleologis Finalisme Semu
Vaihinger mengemukakan bahwa setiap manusia hidup dengan berbagai macam cita-cita atau pikiran yang semata-mata bersifat semu, yang tidak ada buktinya atau pasangannya yang realitas.

3)    Dua Dorongan Pokok
a)     Dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak untuk mengapdi kepada masyarakat.
b)    Dorongan keakuan, yang mendorong manusia bertindak untuk mengapdi pada diri sendiri.
4)    Rasa Rendah Diri dan Kompensasi
Adler berpendapat bahwa rasa rendah diri bukanlah pertanda ketidak normalan, melainkan pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan manusia.
5)    Dorongan Kemasyarakatan
Dorongan Kemasyarakatan adalah dasar yang dibawa sejak lahir yang pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial.
6)    Gaya Hidup
Gaya Hidup adalah prinsip yang dipakai sebagai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang yang melatarbelakangi sifat khas seseorang.

d. Mengatasi Inferioritas Menjadi Superioritas
1)       Dorongan Untuk Maju
Bagi Adler kehidupan manusia dimotivasi oleh dorongan untuk mengatasi perasaan Inferior menjadi Superior. Tingkah laku ditentukan oleh pandangan mengenai masa depan, tujuan, dan harapan kita. Didorong oleh perasaan Inferior, dan ditarik oleh keinginan untuk menjadi superior, maka individu akan mencoba untuk hidup sesempurna mungkin.
2)    Kesatuan Kepribadian
Adler menyatakan setiap manusia memiliki sifat yang unik dan tidak dapat dipecah pecahkan. Yang menekankan pentingnya unitas kepribadian, pikiran, perasaan, dan kegiatan yang diarahkan pada satu tujuan tunggal dan mengejar satu tujuan.
3)    Gaya Hidup
Adler yang dipengaruhi oleh Jan Smuts berpendapat jika ingin memahami seseorang kita harus memahaminya dalam kesatuan yang utuh dan sesuai konteks keadaan yang melatar belakangi orang tersebut baik fisik maupun sosial.
4)    Kepentingan Sosial
Adler menganggap kepekaan sosial bukan sekedar bawaan sejak lahir dan tidak diperoleh hanya dengan cara dipelajari, melainkan gabungan keduanya. Kepekaan sosial didasarkan pada sifat-saifat bawaan dan dikembangkan lebih lanjut agar tetap bertahan.

3.     Psikologi Behavoristik

a.     Struktur Kepribadian
Skinner membedakan perilaku atas:
1)    Perilaku yang alami (innate behavori), yang biasa disebut responden behavori, yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas.
2)    Perilaku operan (operant behavori), yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak jelas atau tidak diketahui, semata-mata ditimbulkan oleh organism itu sendirii
b.    Dinamika Kepribadian
1)    Kepribadian dan Belajar
Hakikat teori Skiner adalah teori belajar agar individu memiliki tengkah laku baru, menjadi terampil, dan menjadi lebih tau.
2)    Tingkah Laku Kontrol Diri
Prinsip dasar pendekatan Skiner adalah: Tingkah laku disebabkan dan dipengaruhi oleh variable eksternal. Tidak ada dalam diri manusia, tidak ada bentuk kegiatan eksternal, yang mempengaruhi tingkah laku.
3)    Stimulan Aversi
Stimulan Aversi adalah lawan dari stimulant penguatan, sesuatu yang tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan.
4)    Kondisioning Klasik (Clasical Conditioning)
Kondisioning Klasik disebut juga kondisioning responden karena tingkah laku dipelajari dengan memanfaatkan hubungan stimulus-respon yang bersifat refleks.
5)    Kondisioning Operan (Operant conditioning)
Reinforser tidak diasosiasikan dengan stimulus yang dikondisikan, tetapi diasosiasikan dengan respon karena respon itu sendiri beroprasi memberikan reinsforment. Skinner menyebut respon itu sebagai tingkah laku operan (operant behavior).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Psikologi kepribadian dalam kajiannya berusaha menjelaskan bahwa:
1.     Penggambaran dan penjelasan perbedaan individual dengan berbagai cara
2.     Sintesis berbagai proses yang mempengaruhi interaksi individu dengan lingkungan kedalam satuan terintegrasi manusia secara total.



DAFTAR PUSTAKA

Alwiisol. Psikologi Kepribadian. Malang:UUM,2007
Walgito Bimo. Dr. Prof. Pengantar Psikologi Umum. Jogjakarta:ANDI,2003
Sobur Alex.M.SI.Drs.psikologi Umum,Bandung:PT Refika Aditama,2004.
Boeree George.C.Dr. Personality Theories.Jogjakarta:PRISMASOPHIE,2004
Suryabrata Sumadi.Drs.Psikologi Kepribadian.PT Raja Grafindo Persada:Jakarta:1982





 by : Lutfah Rosalina

Tidak ada komentar: