BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Psikologi kepribadian adalah salah satu ilmu dibidang psikologi yang
mempelajari perilaku manusia dalam
bentuk karakteristik personal individu yang terintegrasi baik berupa pola
pikiran, emosi, perilaku yang bersifat berbeda antara satu ind`ividu dengan
individu lain serta mempengaruhi interaksi individu dengan lingkungannya.
Dalam psikologi kepribadian terdapat teori-teori kepribadian untuk
memahami tingkah laku manusia dan akan dibahas dalam makalah ini.
memahami tingkah laku manusia dan akan dibahas dalam makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian psikologi kepribadian ?
2.
Apa saja teori-teori dalam psikologi kepribadian ?
3.
Bagaimana cara mengatasi inferioritas menjadi superioritas ?
1.3
Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian psikologi kepribadian
2.
Untuk mengetahui teori-teori yang ada dalam psikologi kepribadian
3.
Untuk mengetahui cara-cara untuk mengatasi inferioritas menjadi
superioritas
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Psikologi Kepribadian
Kata personality dalam bahasa
Inggris berasal dari bahasa Yunani kuno prosopon atau persona, yang
artinya topeng yang biasa digunakan dalam teater yang bertingkah laku sesuai
dengan ekspresi topeng yang dipakainya mewakili cirri kepribadian tertentu.
Jadi konsep awal personality pada masyarakat awam adalah tingkaah laku
yang ditampakkan ke lingkungan sosial mengenai diri yang diinginkan agar dapat
ditangkap oleh lingkungan sosial.
Psikologi kepribadian menurut Koswara adalah salah satu
bidang psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia secara total dan
menyeluruh, dalam bentuk karakteristik personal individu yang terintegrasi baik
berupa pola pikiran, emosi, prilaku yang bersifat berbeda antara individu satu
dengan individu yang lain serta mempengaruhi interaksi individu dengan
lingkungannya.
2.2 Beberapa Teori
dalam Psikologi Kepribadian
1.
Psikoanalisis Klasik
a.
Struktur Kepribadian
Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat
kesadaran, yakni sadar (Conscious) adalah hal yang disadari pada
saat tertentu, pengindraan langsung, ingatan, persepsi, pemikiran, fantasy,
perasaan yang dimiliki. Yang ke dua adalah pra sadar (preconscious) adalah
kenangan yang sudah tersedia (available memory) , yaitu segala sesuatu
yang dengan mudah dapat dipanggil ke alam sadar. Yang ke tiga adalah alam bawah sadar (Unconscious mind)
yaitu bagian yang mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa kealam bawah
sadar, seperti nafsu dan insting kita juga segala sesuatu yang kita sulit untuk
menjangkaunya, seperti kenangan atau emosi-emosi yang terkait dengan trauma.
Id adalah kepribadian yang dibawa sejak lahir. Id
berisi semua aspek biologis yang diturunkan
seperti insting, impuls, dan drive. Id beroprasi berdasarkan prinsip
kenikmatan atau kepuasan dan menghindari rasa sakit. Id mampu membayangkan
sesuatu tapi tidak mapu membedakan sesuatu yang hanya hayalan dengan sesuatu
yang benar-benar kenyataan dan benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu
membedakan yang benar dan yang salah . jadi harus dikembangkan jalan untuk
memperoleh khayalan itu secara nyata. Yang memberikan kepuasan tanpa
menimbulkan ketegangan baru khususnya masalah moral. Alasan ini memebuat Id
memunculkan ego.
Ego adalah eksekutif (pelaksana) dari kepribadian. Tugas
Ego adalah memilih stimulasi Mana yang akan d rspon atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas
kebutuhan. Dengan kata lain ego sebagai eksekutif kepribadian berusaha memenuhi
kebutuhan Id sekaligus memenuhi kebutuhan moral dan kebutuhan perkembangan
menuju kesempernaan dari superego.
The Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian.
Superego berkembang dari ego, ada 3 fungsi dari superego yaitu:
1)
Mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistic dengan tujuan-tujuan
moralistic.
2)
Memerintah impuls Id, terutama impuls seksual dan agresif yang
bertentangan dengan standar nilai masyarakat.
3)
Mengejar kesempurnaan
b.
Perkembangan Kepribadian
Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi tiga tahapan yaitu:
1)
Tahap Infantile (0-5 tahun)
2)
Tahap Laten (5-12 tahun )
3)
Tahap Genital (>12 tahun )
2.
Psikologi Individual (ALFRED ADLER 1870-1937)
a.
Struktur Kepribadian
Dalam hal ini
Adler meyakini bahwa individu memulai hidup dengan kelemahan fisik yang
mengaktifkan perasaan interior, perasaan yang menggerakan seseorang untuk
bergerak atau berjuang menjadi superioritas atau menjadi sukses.
b. Pokok-pokok
teori Adler
1)
Individualitas Sebagai Pokok Persoalan
Menurut Adler setiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif,
sifat-sifat, serta nilai-nilai yang khas, dan setiap tindakan yang dilakukan
seseorang membawa corak yang khas dari kehidupanya sehari-hari yang bersifat
individual.
2)
Pandangan Teleologis Finalisme Semu
Vaihinger
mengemukakan bahwa setiap manusia hidup dengan berbagai macam cita-cita atau
pikiran yang semata-mata bersifat semu, yang tidak ada buktinya atau
pasangannya yang realitas.
3)
Dua Dorongan Pokok
a)
Dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak untuk mengapdi
kepada masyarakat.
b)
Dorongan keakuan, yang mendorong manusia bertindak untuk mengapdi pada
diri sendiri.
4)
Rasa Rendah Diri dan Kompensasi
Adler berpendapat bahwa rasa rendah diri bukanlah pertanda ketidak
normalan, melainkan pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan manusia.
5)
Dorongan Kemasyarakatan
Dorongan Kemasyarakatan adalah dasar yang dibawa sejak lahir yang pada
dasarnya manusia adalah mahluk sosial.
6)
Gaya Hidup
Gaya Hidup adalah prinsip yang dipakai sebagai landasan untuk memahami
tingkah laku seseorang yang melatarbelakangi sifat khas seseorang.
d. Mengatasi
Inferioritas Menjadi Superioritas
1)
Dorongan Untuk Maju
Bagi Adler
kehidupan manusia dimotivasi oleh dorongan untuk mengatasi perasaan Inferior
menjadi Superior. Tingkah laku ditentukan oleh pandangan mengenai masa depan,
tujuan, dan harapan kita. Didorong oleh perasaan Inferior, dan ditarik oleh
keinginan untuk menjadi superior, maka individu akan mencoba untuk hidup
sesempurna mungkin.
2)
Kesatuan Kepribadian
Adler
menyatakan setiap manusia memiliki sifat yang unik dan tidak dapat dipecah
pecahkan. Yang menekankan pentingnya unitas kepribadian, pikiran, perasaan, dan
kegiatan yang diarahkan pada satu tujuan tunggal dan mengejar satu tujuan.
3)
Gaya Hidup
Adler yang
dipengaruhi oleh Jan Smuts berpendapat jika ingin memahami seseorang kita harus
memahaminya dalam kesatuan yang utuh dan sesuai konteks keadaan yang melatar
belakangi orang tersebut baik fisik maupun sosial.
4)
Kepentingan Sosial
Adler
menganggap kepekaan sosial bukan sekedar bawaan sejak lahir dan tidak diperoleh
hanya dengan cara dipelajari, melainkan gabungan keduanya. Kepekaan sosial
didasarkan pada sifat-saifat bawaan dan dikembangkan lebih lanjut agar tetap
bertahan.
3.
Psikologi Behavoristik
a.
Struktur Kepribadian
Skinner membedakan
perilaku atas:
1)
Perilaku yang alami (innate behavori), yang biasa disebut responden
behavori, yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas.
2)
Perilaku operan (operant behavori), yaitu perilaku yang
ditimbulkan oleh stimulus yang tidak jelas atau tidak diketahui, semata-mata
ditimbulkan oleh organism itu sendirii
b.
Dinamika Kepribadian
1)
Kepribadian dan Belajar
Hakikat teori Skiner
adalah teori belajar agar individu memiliki tengkah laku baru, menjadi
terampil, dan menjadi lebih tau.
2)
Tingkah Laku Kontrol Diri
Prinsip dasar pendekatan
Skiner adalah: Tingkah laku disebabkan dan dipengaruhi oleh variable eksternal.
Tidak ada dalam diri manusia, tidak ada bentuk kegiatan eksternal, yang
mempengaruhi tingkah laku.
3)
Stimulan Aversi
Stimulan Aversi adalah
lawan dari stimulant penguatan, sesuatu yang tidak menyenangkan atau bahkan
menyakitkan.
4)
Kondisioning Klasik (Clasical Conditioning)
Kondisioning Klasik
disebut juga kondisioning responden karena tingkah laku dipelajari dengan
memanfaatkan hubungan stimulus-respon yang bersifat refleks.
5)
Kondisioning Operan (Operant conditioning)
Reinforser tidak
diasosiasikan dengan stimulus yang dikondisikan, tetapi diasosiasikan dengan
respon karena respon itu sendiri beroprasi memberikan reinsforment. Skinner
menyebut respon itu sebagai tingkah laku operan (operant behavior).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Psikologi kepribadian dalam kajiannya berusaha
menjelaskan bahwa:
1.
Penggambaran dan penjelasan perbedaan individual dengan berbagai cara
2.
Sintesis berbagai proses yang mempengaruhi interaksi individu dengan
lingkungan kedalam satuan terintegrasi manusia secara total.
DAFTAR PUSTAKA
Alwiisol. Psikologi Kepribadian. Malang:UUM,2007
Walgito Bimo. Dr. Prof. Pengantar Psikologi Umum.
Jogjakarta:ANDI,2003
Sobur Alex.M.SI.Drs.psikologi Umum,Bandung:PT Refika Aditama,2004.
Boeree George.C.Dr. Personality Theories.Jogjakarta:PRISMASOPHIE,2004
Suryabrata Sumadi.Drs.Psikologi Kepribadian.PT Raja Grafindo
Persada:Jakarta:1982
by : Lutfah Rosalina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar