![]() |
| sumber gambar: http://www.kliktoday.com |
TAHUKAH ANDA tentang STRESSS....?????!!!!
Menurut Robbins (2001) stres dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stres dikaitkan dengan penelitian ini maka stres itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena
adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya sistem kognitif, apresiasi stres menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stres berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri. Karenanya dikatakan bahwa stres adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Menurut Hans Selye dalam bukunya The Stress Of Life mendefinisikan stress sebagai respons yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang diterimanya, suatu fenomena universal dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orang mengalaminya.
Dari berbagai defnisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa stres merupakan ganguan yang menyebabkan pengaruh pada sisi fisiologis dan psikologis manusia yang disebabkan oleh berbagai gangguan yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri (internal) dan faktor-faktor yang berasal dari luar diri manusia (eksternal).
Stres memberikan dampak terhadap individu, yaitu terhadap aspek fisik, psikologis, dan intelektual, sosial dan spiritual, juga dapat mengancam keseimbangan fisiologis. Stress emosi dapat menimbulkan perasaan negatif atau destruktif terhadap diri sendiri dan orang lain. Stress intelektual akan mengganggu persepsi dan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah dan stress sosial akan mengganggu hubungan hubungan individu dengan lingkungannya. ( Pedak : 2009).
Lebih dari 25 tahun, Robert Jahn dari Princeton University dan koleganya Brenda Dunne mengembangkan riset yang canggih dan akademis untuk membuktikan satu hal. Satu hal ini adalah apakah niat dari pikiran seseorang mempengaruhi hasil dari pengambilan data secara acak yang dilakukan oleh komputer. Setelah lebih dari 2,5 juta tes dilakukan, Robert dan Brenda secara saintifik telah membuktikan bahwa dari pikiran manusia benar-benar mempengaruhi pengambilan tujuan dan hasil dari pengambilan data secara acak oleh mesin elektronik tersebut. (Martokoesoemo : 2008)
Penyebab Stres
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk rohani, psikologis, dan makhluk jasmani, maka stresor (Penyebab Stres) terbagi menjadi tiga, yaitu stresor rohani (spiritual), mental (Psikologi), dan jasmani (fisikal). (Pedak : 2009)
Stresor Rohani (Spiritual)
Mengenai permasalahan spiritual maka hal ini berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dengan keyakinan akan adanya Tuhan, maka akan timbul suatu kewajiban untuk dijalankan oleh manusia itu sendiri terhadap ketentuan-ketentuan yang telah di-nas-kan.
Ketidakseimbangan pemikiran dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan itulah yang akan menimbulkan stres. Karena kebanyakan mereka hanya sibuk memikirkan apakah kejadian yang dialami nantinya. Tetapi mereka tidak memahami bahwa kehidupan ini adalah sebagai syarat kematian, kehidupan sebagai lahan untuk beramal dan lain sebagianya. Sehingga mereka menganggap bahwa kehidupan ini hanyalah sebagai proses kebiasaan sehari-hari saja.
Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab yang artinya sebagai berikut : “ katakanlah, lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.”
Stresor Kejiwaan (Psikologis)
Semua orang dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah lepas dari tekanan batin yang diakibatkan oleh perlakuan orang lain yang tidak mengenakkan hati atau dengan kata lain menyakitkan hati. Karena dalam kehidupan sehari-hari mereka semua juga tidak lepas dari kehidupan sosial yang menciptakan interaksi sosial.
Sehingga segala hal yang ditimbulkan oleh interaksi ini akan berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang. Dalam agama Islam apabila menemui perilaku jelek dari orang lain yang menyakitkan hati, maka seharusnya dilawan dengan cara memaafkan orang yang menyakitinya. Allah berfirman yang artinya sebagai berikut : “..............dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran ayat : 134)
Stresor Fisik
Stressor ini berkaitan dengan segala hal berkaitan dengan fisik seseorang. Salah satunya adalah faktor ketidak seimbangan pola makan atau memiliki pola makan yang tidak teratur dalam sehari –harinya. Selain itu, faktor lingkungan juga dapat menjadi stresor yang menyebabkan orang stres. Faktor-faktor itu antara lain : mikroorganisme, polusi udara, asap rokok, temperatur, dan gerakan fisik. Sehingga apabila seorang mengalami stres dapat mengakibatkan terlalu banyak mengkonsumsi gula, kafein, alkohol, natrium (garam), dan lemak serta terlalu sedikit mengkonsumsi zat-zat gizi.
BY : Adip Masrukan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar